GIKIRI MOI : KONSEP TUHAN ORANG TOBELO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMAHAMAN IMAN KRISTEN

  • Junsal Efendy Duan Universitas Hein Namotemo
Keywords: Giki Moi, Konsepsi Tuhan, Tobelo, Iman Kristen

Abstract

Hubungan kebudayaan dan agama seringkali dipertentangkan. Persoalan mendasar dalam hal tersebut adalah pandangan agama yang menganggap nilai-nilai budaya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan keimanan dalam agama. Akibatnya ialah terkadang agama berupaya melenyapkan berbagai keyakinan dalam budaya yang tidak sejalan dengan ajaran agama. Usaha melenyapkan unsur budaya oleh agama, tanpa disadari telah juga mencabut nilai-nilai kearifan lokal dalam suatu masyarakat. Dalam perkembangan dewasa ini terlihat bahwa nilai-nilai baik yang ada pada budaya semakin hilang. Pada sisi yang lain, masyarakat yang hidup dalam konteks budaya mereka tidak bisa dilepaskan dari keyakinan-keyakinan yang hidup dan diwariskan oleh nenek moyang mereka. Salah satu suku yang merasakan hal itu adalah suku Tobelo. Orang Tobelo yang telah memeluk agama Kristen mengalami keterpecahan pribadi karena di satu sisi meyakini pengajaran agama Kristen, namun pada sisi yang lain masih berpegang pada keyakinan-keyakinan agama asli mereka. Hal ini dapat berdampak pada pencampuran keyakinan yang justru berdampak tidak baik pada pengajaran iman Kristen. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa konsep Gikiri Moi orang Tobelo telah mengalami reduksi makna dengan menghubungkan langsung konsep itu dengan konsep Tuhan pada agama Kristen.

Author Biography

Junsal Efendy Duan, Universitas Hein Namotemo

Program Studi Filsafat Keilahian

Published
2019-12-20
Section
Articles